Jumat, 29 Mei 2020

PETUNJUK PRAKTIS JAGA KEBERSIHAN SAAT PANDEMI CORONA

Petunjuk praktis yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona :

1. Sering-Sering Mencuci Tangan

Sekitar 98 persen penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Mencuci tangan hingga bersih menggunakan sabun dan air mengalir efektif membunuh kuman, bakteri, dan virus, termasuk virus Corona.
Pentingnya menjaga kebersihan tangan membuat Anda memiliki risiko rendah terjangkit berbagai penyakit.
2. Hindari Menyentuh Area Wajah
Virus Corona dapat menyerang tubuh melalui area segitiga wajah, seperti mata, mulut, dan hidung. Area segitiga wajah rentan tersentuh oleh tangan, sadar atau tanpa disadari.
Sangat penting menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan benda atau bersalaman dengan orang lain.

3. Hindari Berjabat Tangan dan Berpelukan

Menghindari kontak kulit seperti berjabat tangan mampu mencegah penyebaran virus Corona. Untuk saat ini menghindari kontak adalah cara terbaik.
Tangan dan wajah bisa menjadi media penyebaran virus Corona.
4. Jangan Berbagi Barang Pribadi
Virus Corona mampu bertahan di permukaan hingga tiga hari. Penting untuk tidak berbagi peralatan makan, sedotan, handphone, dan sisir. Gunakan peralatan sendiri demi kesehatan dan mencegah terinfeksi virus Corona.
5. Etika ketika Bersin dan Batuk
Satu di antara penyebaran virus Corona bisa melalui udara. Ketika Anda bersin dan batuk, tutup mulut dan hidung agar orang yang ada di sekitar tidak terpapar percikan kelenjar liur.
Lebih baik gunakan tisu ketika menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. Cuci tangan Anda hingga bersih menggunakan sabun agar tidak ada kuman, bakteri, dan virus yang tertinggal di tangan.

6. Bersihkan Perabotan di Rumah

Tak hanya menjaga kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan tempat Anda tinggal juga penting. Gunakan disinfektan untuk membersih perabotan yang ada di rumah.
Bersihkan permukaan perabotan rumah yang rentan tersentuh, seperti gagang pintu, meja, furnitur, laptop, handphone, apa pun, secara teratur. Anda bisa membuat cairan disinfektan buatan sendiri di rumah menggunakan cairan pemutih dan air.
Bersihkan perabotan rumah Anda cukup dua kali sehari.

7. Jaga Jarak Sosial

Satu di antara pencegahan penyebaran virus Corona yang efektif adalah jaga jarak sosial. Pemerintah telah melakukan kampanye jaga jarak fisik atau physical distancing.
Dengan menerapkan physical distancing ketika beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum, Anda sudah melakukan satu langkah mencegah terinfeksi virus Corona. Jaga jarak Anda dengan orang lain sekitar satu meter.
Jaga jarak fisik tak hanya berlaku di tempat umum, di rumah pun juga bisa Anda terapkan.

8. Hindari Berkumpul dalam Jumlah Banyak

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia telah membuat peraturan untuk tidak melakukan aktivitas keramaian selama pandemi virus Corona. Tak hanya tempat umum, seperti tempat makan, gedung olah raga, tetapi tempat ibadah saat ini harus mengalami dampak tersebut.
Tindakan tersebut adalah upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Virus Corona dapat ditularkan melalui makanan, peralatan, hingga udara.
Untuk saat ini, dianjurkan lebih baik melakukan aktivitas di rumah agar pandemi virus Corona cepat berlalu.
9. Mencuci Bahan Makanan
Selain mencuci tangan, mencuci bahan makanan juga penting dilakukan. Rendam bahan makanan, seperti buah-buah dan sayur-sayuran menggunakan larutan hidrogen peroksida atau cuka putih yang aman untuk makanan.
Simpan di kulkas atau lemari es agar bahan makanan tetap segar ketika ingin dikonsumsi.
Selain untuk membersihkan, larutan yang digunakan sebagai mencuci memiliki sifat antibakteri yang mampu mengatasi bakteri yang ada di bahan makanan.

Jumat, 01 Mei 2020

May Day


Sejarah Perayaan Hari Buruh & Kisah-Kisah Kuno Seputar May Day

Dede Ari - Satu Mei merupakan hari raya besar kaum buruh dan kelas pekerja progresif yang sadar akan identitas kelas. Hari itu para pekerja menunjukkan solidaritas dengan turun ke jalan, saling menjaga, dan mengingat betapa perjuangan buruh telah membawa banyak perubahan.

Koabad pertengahan masyarakat Inggris dipengaruhi tradisi orang-orang Italia di Roma. Orang-orang di pinggiran Inggris mengumpulkan berbagai bunga yang mekar dan daun segar menjadi karangan bunga. Bunga ini dikumpulkan sebagai pajangan, beberapa digunakan sebagai mahkota untuk gadis-gadis muda desa.

Tradisi pagan memang sangat lekat dalam perayaan satu Mei. Ini yang menyebabkan banyak agamawan menentang perayaan ini sebagai perilaku fasik dan berdosa. Oliver Cromwell, politikus Inggris dari kelompok puritan agama, pada 1660 mengeluarkan aturan melarang perayaan berdansa saat satu Mei. Ia menganggap perayaan itu sebagai kesia-siaan. Charles II, penguasa Inggris yang hidup setelah Cromwell, mengembalikan tradisi itu di London dengan membangun tiang kayu dansa raksasa setinggi 40 meter dan bertahan nyaris selama lima puluh tahun.

Di pusat desa ada tiang dansa besar (Maypole), yang diikat dengan tali atau kain warna warni, tali tersebut panjang dan digunakan untuk berdansa diiringi alat musik. Para pemuda dan pemudi terpilih diminta menari dan dua orang yang beruntung diberi gelar Raja dan Ratu Mei yang memimpin pemuda-pemudi desa untuk menari. Tradisi ini akhirnya dihentikan saat kelompok puritan Kristen menganggap hal ini sebagai ajaran kafir dan terlarang karena menyembah Tuhan pagan.

Satu Mei dalam tradisi pagan Eropa digunakan sebagai hari perayaan di mana musim semi datang. Banyak para pengikut pagan menggunakan kesempatan ini untuk menemukan jodoh dan menikah. Anak-anak muda mencari pasangan saat pesta satu Mei di pusat desa. Mereka berdansa membawakan bunga, dan menari bersama para kekasih seperti yang ada di Ceko, Lituania, Latvia, Swedia, dan Estonia. Di Perancis pada satu Mei 1561 Raja Charles IX mendapatkan bunga lili (Convallaria majalis) sebagai jimat keberuntungan. Ia lantas memutuskan memberikan bunga lili untuk perempuan yang beruntung. Pesta ini diselenggarakan untuk bangsawan dan keluarga kerajaan.

Di Italia perayaan satu Mei dikenal sebagai Calendimaggio, hari itu orang-orang bersyukur atas datangnya musim semi. Mereka bertukar hadiah yang berupa kebutuhan sehari-hari seperti telur, makanan, dan buah-buahan. Perayaan ini masih bisa ditemui ragamnya di kota-kota di Italia seperti Piedmont, Liguria, Lombardy, Emilia-Romagna Tuscany, dan Umbria. Perayaan ini juga dijadikan kesempatan bagi banyak orang Italia untuk berbagi makanan, menikmati anggur, dan keluar rumah.

Di Yunani, satu Mei adalah perayaan dewi Maia atau Dewi Kesuburan. Perayaan ini merupakan rasa syukur karena musim dingin berakhir, ditandai dengan pesta saat gadis-gadis muda menyanyi dengan hiasan rambut di kepala. Tradisi ini muncul sebagai penghormatan terhadap dewa hiburan, puisi, dan anggur Dionysus yang dianggap membawa kebahagiaan.

Perayaan ini sangat erat dengan perayaan untuk dewa pertanian Demeter dan putrinya, Persepon, yang diselenggarakan pada Februari di Yunani kuno. Panen yang baik dipercaya akan menghasilkan anggur yang baik.

Satu Mei memang banyak menjadi momen berbagai perayaan di dunia. Tapi bagi buruh, satu Mei adalah spirit untuk terus memperjuangkan kepentingan dan nasib mereka.